Minggu, 14 Desember 2008

Sebuah Pelajaran Dari Isi Dunia

Jauhilah dunia ini, janganlah engkau membicarakannya. Janganlah kau pinang, pembunuh yang akan kau kawini.

Harapannya tidak mencukupi, bila di bandingkan dengan kekhawatiran yang menghantui, jika kau perhatikan dunia ini, maka kau akan temui kebenciannya amat kuat sekali.

Mereka yang menggambarkan dunia, banyak berkata tentang dia, Demi umurku.. Akupun punya suatu gambaran yang jitu.

Anggur, kesudahannya pahit membunuh, kendaraan yang indah mempesona, jika engkau kendarai, maka ia tidak akan memuaskan hati.

Orang yang gagah, dengan kegagahannya orang tertarik, tetapi ia menyimpan rahasia sebongkah, kejahatan yang keji dan hina dina.

Berikan Ilmu Kepada Yang Berhak

Akankah kutaburkan mutiara, Dihalaman gembala DOMBA, Lalu tersimpan dengan sia-sia, Dalam kandang si gembala..?

Mereka tiada mengerti, sebab kebutaannya akan harga mutiara, karena aku tak rela Menggantungkannya pada leher domba.

Sekiranya Tuhan Yang Maha Pengasih mencurahkan belas kasih, Lalu akan kutemukan yang terpilah yang pantas dari ilmu dan hikmah.

Tentu ku sebarkan agar berfaedah, Hingga aku mendapat mawaddah, Jikalau tidak begitu mudah, Maka biarlah, ia tersimpan dalam dada.

Barang siapa memberikan ilmu, kepada orang bodoh, dia akan sia-siakan, Barang siapa tau mau memberikan ilmu, kepada yang berhak, Aniaya dia lakukan.

Penganjur Kebaikan Menjadi Tertuduh

Wahai penasehat manusia, Engkau akhirnya menjadi terdakwa, Kau cela mereka melakukan usaha, Sedang engkau sendiri melakukanya!

Kau nasehati mereka dengan rajinnya, Tetapi, aku bersumpah; demi umurku...! Semua perkara yang cela, Engkau sendiri yang menuainya.

Kau kecam dunia, Kau kecam juga yang menyukainya, Sedang enkau sendiri sangat menggandrunginya!

Senin, 01 Desember 2008

Menjual Agama Dengan Dunia

Aku heran pada orang yang menjual kesesatan dengan petunjuk.
Tapi yang lebih heran lagi, adalah orang yang membeli dunia dengan agamanya.

Dan yang sangat mengherankan lagi, dari keduanya.
Ialah orang yang menjual agamanya.
Dengan keduniaan orang lain.
Inilah yang paling aneh dari keduanya!

Musang Berbulu Ayam

si gembala menjaga dombanya dari srigala. Bagaimana sekiranya jika si gembala itu yang punya srigala sendiri?
Ulama yang rusak tidak akan bisa membuat perbaikan.

Wahai para Ulama
Wahai garam negara
Garam takkan berguna
Jika garam itu sendirh telah rusak!

Tentang Keadaan Kubur

Mereka menjadi harapan kemudian menjadi bahaya besar.
Sungguh bahaya itu besar nian.
Dan bertambah besar.

Aku takut dibalik kuburan.
Jika aku tidak engkau ampunkan.
Lebih berat dari kuburan kurasakan.
Yaitu nyala apa dan kesempitan.

Apabila datang kepadaku dihari kiamat nanti.
Seorang malaikat yang pemimpin dan ganas menghalau.
Yang menghalau Farazdaq.

Sungguh telah rugi diantara anak Adam.
Yang berjalan menuju neraka.
Terbelenggu lehernya dengan rantai lagi buta kedua matanya.

Berhentilah dikuburan!
Dan bertanyalah di halamannya!
Siapakah diantara kamu yang akan tenggelam di dalamnya?
Dalam gelap-kelamnya?

Siapakah diantara kamu yang dimuliakan, didalam kuburan?
Yang telah merasakan dinginnya keamanan daripada keseraman-seramannya.

Adapun ketenangan manusia, hanya satu saja.
Kelebihannya tidak nyata dalam tingkatan-tingkatannya.

Kalau saja mereka memberikan jawaban kepadamu,
niscaya mulut-mulut mereka akan memberitahukan.
Sesudah itu dengan menjelaskan kebenaran-kebenaran tentang keadaan-keadaan di dalamnya.

Adapun orang ta'at.
Maka dalam taman ia bertempat.
Ia datang kemana saja yang allah kehendaki.
Diantara pepohonan rindang di dalamnya.

Adapun berdosa, lagi durhaka,
Bingung di dalamnya.
Yaitu di dalam liang berlindung bersama ular-ular berbisa.

Kalajengking-kalajengking sama berjalan menuju kepadanya.
Maka ruhnya sangat tersiksa oleh sengatan-sengatannya.

Hilanglah darimu kehidupan.
Dan engkau tidak akan mendapatkannya.
Apabila engkau dalam kuburan.
Mereka telah memasukkanmu di dalamnya.

Maka bagaimana aku bisa merasakan rasa mengantuk.
Sedang tangan kananmu mereka jadikan bantal untukmu?

Aku datang kekuburan lalu aku memanggil penghuninya.
Manakah orang yang dimuliakan dan orang yang dipandang hina?

Manakah orang yang menunjukkan dengan bangga akan kebesaran kekuasaanya?
Manakah orang yang menunjukkan dengan bangga dengan rasa sombongnya?

Kamis, 27 November 2008

KeUTAMAAN BANGUN MALAM

Adakah engkau diperdayakan oleh kesenangan dan angan-angan, dari seorang gadis putih jelita yang berada dalam surga...?

Kekal hidupnya, tak ada kematian di dalamnya.
Disanalah engkau kan bermain dan bercumbu, dengan bidadari nan cantik jelita..

Bangunlah dari tidurmu.
Karena, yang lebih baik dari tidurmu ialah... Bertahajjud dengan membaca Qur'an...

"PENTINGNYA SHALAT TAHAJJUD"

AL-Qur'an telah mencegah, dengan janji dan ancamannya, bagi mata..yang banyak tidur semalam suntuk.

Karenanya, bercita-citalah kamu sekalian! Mendapat titah Raja Yang Maha Agung. Karena budak-budak semua, patuh dan tunduk padanya.

Wahai yang lelap dalam tidurnya, yang lengah dalam hidupnya, kebayakan tidur akan membawa kepada penyesalah.

Ketika kamu masuk liang kubur, sesungguhnya disitulah tidur yang panjang, setelah mati.

Disediakan tempat untukmu di dalamnya, dengan segala dosa atau kebaikan yang engkau lakukan.

Adakah engkau merasa aman dari malakul-maut di rumah itu?
Berapa banyakkah yang memperoleh keamanan dengan rumah itu?

Bila malam gelap gulita, maka mereka menanggung resikonya, malam berjalan melewatinya, sedang mereka dalam ruku'nya.

Tidur mereka diterbangkan oleh ketakutan, maka bangunlah mereka, tetapi anehnya yang merasa aman didunia, adalah mereka yang tidur semalam suntuk.

Selasa, 02 September 2008

Agama jadi gurauan..!?

Mengapa 4JJ1 Menganjurkan manusia untuk lebih sering menangis daripada tertawa? Apa yang mesti ditangisi? Mengapa ditangisi? Kemudian, apa yang perlu ditertawakan?
Ada banyak macam tangisan; tangisan rindu, cinta, keharuan, perpisahan, penantian, dsb.
Tidak semua tangisan dianjurkan, menangis yang di anjurkan adalah tangisan meratapi dosa, karena setiap perbuatan dosa menjadikan kita kehilangan sesuatu yang kita anggap cahaya wujud, maka saat itulah kita menangis.
Bulan ramadhan yang lalu dan sekarang ini yang kita jalani adalah bulan ratapan dan pengampunan dosa. Pada saat itulah seluruh penghambaan jadi jaminan untuk kembali fitrah. Ramadhan bulan mulia penuh hikmah, bulan ini adalah bulan taubat massal.
Salah satu bentuk taubat adalah menyesali dosa. Menangis sebagai ekspresi taubat. Siapa yang akan bisa tertawa karena kelakar, ketika kesedihan atas dosa yang menimbun kemanusiaan seseorang menggunung, sementara kesempatan untuk meminta ampunan-NYA semakin sempit?
Ironisnya, ditanah air RI ini, pada bulan Ramadhan kemarin dan tahun ini menjadi ajang gelak tawa insan entertainment yang di tampilkan oleh media massa. Terutama televisi. Kesaklaran bulan Ramadhan dinodai oleh pelawak dan pesinetron.
Layakkah "RITUS_KOMERSIAL" yang mengumbar tawa dengan menjenakan saklaritas Ramadhan disuguhkan kepada masyarakat luas yang mayoritas muslim? Mengapa paradigma keberagamaan yang suci bergeser menjadi pemahaman tanpa makna dengan menjenakakan agama.
Hancur sudah amal sebulan puasa dengan dosa yang tak terasa.
Suka atau tidak, kita harus mengakui bahwa telah terjadi penodaan kolektif dan sistematis terhadap simbol-simbol agama dengan kedok kebebasan berekspresi, itu tidak hanya terjadi di denmark atau negeri nun jauh disana, tapi dirumah kita setiap saat.
"walan tardho ankal yahudu wan nashara hatta tattabi'a millatahum" (muhsin labib)

Senin, 01 September 2008

Yang Seleb Berdakwah

Berdakwah adalah aktivitas mulia yang merupakan salah satu bagian dari prinsip "amar makruf nahi munkar" sedemikian pentingnya dakwah sehingga bila tidak dilakukan sesuai dengan batasan-batasan normatifnya akan menimbulkan efek negatif.
Ustadz berarti guru besar, ulama, kyai. Namun di indonesia kata ustadz sudah mengalami penyempitan makna sehingga ia bisa di sandang atau di sandangkan secara acak oleh siapa aja, apalagi bila telah dinyatakan lulus seleksi lewat polling sms dari penggemar. Sebutan 'urtadz' bukan lagi simbol kompetensi akademis. Tapi produk industri media berorientasi pada pasar dan modal.
Bagi kalangan lain yang cenderung kritis, fenomena ustadz seleb yang sering tampil di teve, termasuk ustadz yang menjadi bintang iklan, adalah bagian dari skenario global yang sering disebut modernisasi, dengan tujuan pengikisan militansi dan pemusnahan norma-norma fundamental agama dan budaya timur.
Ada 6 retorika ustadz seleb.
*ustadz retorika cengeng.
*ustadz retorika cabul.
*ustadz retorika jenaka.
*ustadz retorika horor.
*ustadz retorika dukun.
*ustadz retorika gaul.
Pembaca, inikah produk-produk mesin industri dan corong-corong kapitalisme yang bertujuan mengikis militansi dan mendesakralisasi norma-norma islam?

Minggu, 31 Agustus 2008

Ulama 'warisatul anbiya'

Para ulama, adalah pengemban amanah para rosul, selama mereka tidak memasuki urusan dunia. Beberapa sahabat bertanya kepada nabi saw, apa yang di maksud dengan urusan dunia? Nabi saw menegaskan: "mereka yang selalu mengikuti kemauan para sultan (pemerintah)" jika kalian melihat mereka berbuat demikian, maka hati-hatilah dari mereka dalam urusan agama kalian.